Hitam Diatas Putih

Hitam Diatas Putih


Mungkin ketika anda membaca judul saya "Hitam Diatas Putih" anda bingung, apanya yang hitam diatas putih? hehe.. ini maksudnya apa? eits.. jangan bingung dulu, lanjutin baca tulisan saya sampai habis dulu ya..

Jadi, tepatnya hari ini, setelah saya bertemu dengan beberapa rekan saya, Sebenarnya pertemuan kami awalnya hanya ingin sekedar berbagi dan ngobrol-ngobrol santai aja. Nah! ternyata ada salah seorang temen saya yang nyeletuk! eh! tau gak, rekan bisnis gua parah bangett deh.. masa dari awal udah deal untuk ini dan itu, sekarang malah seenaknya aja, melenceng banget dari apa yang udah kita diskusikan sebelumnya, sebelum projek ini jalan. Singkat cerita intinya rekan saya dengan temannya itu sudah deal sebuah projek dan akhirnya tidak sesuai dengan apa yang sudah dijanjikan.

Nah! sekarang janji sudah tinggal janji, projeknya pun BUBAR! kalo udah ngak menjalani apa yang dijanjikan di awal, bagaimana nantinya? ngerti ya maksud saya... apalagi kalau udah masalah profit/keuntungan/bagi hasil dan sebagainya.. bisa-bisa udah gak mandang temen lagi, tapi "Bunuh-bunuhan"! (senggol bacok sana sini, kiri kanan :p).

Jadi apaan Hitam Diatas Putih itu? Coba kita umpamakan hitam adalah coretan dari sebuah pena dan putih adalah kertasnya, udah nangkep? 


Pentingnya Hitam Diatas Putih


Nah! bagi yang udah mudeng, hitam diatas putih itu alias perjanjian secara tertulis, dari kedua belah pihak. Dimana sama-sama menyetujui kesepakatan yang telah didiskusikan bersama, jadi join bisnis atau kerjasama bisnis itu bukan hanya sekedar mulut ke mulut atau jabat tangan setelah diskusi selesai, akan tetapi harus ada perjanjian diatas materai yang JELAS!

Dengan demikian, adanya BUKTI yang SAH bahwa kedua belah pihak telah menyetujui kesepakatan yang telah ditulis diatas kertas tersebut, Nah! gunanya apa sih? Gunanya ya mengantisipasi apabila ada dari salah satu pihak yang "iseng" atau kata lainnya "nyari ulah". Kalo ada apa-apa ya tinggal bawa aja ke jalur HUKUM.

Coba sekarang kita perhatikan deh, gak usah jauh-jauh. Ketika anda ingin mengajukan pembuatan kartu kredit ataupun mendaftarkan polis asuransi, apakah hanya dengan ngomong, oh saya mau dong daftar! terus anda tinggal nulis biodata dan kartu kredit langsung jadi? atau secara langsung anda terdaftar ke dalam asuransi, TIDAK kan? semuanya ada perjanjian tertulis yang JELAS, apalagi jika anda sedang ingin mengambil franchise dari perusahaan terkenal, kan gak mungkin gak ada perjanjian secara tertulis, iya apa iya?!

Nah! banyak dari kita karena menganggap teman atau saudara sehingga kita mengabaikan faktor yang PALING PENTING ini. Bisnis harus professional, jika di dalam lingkup bisnis ya bisnis, selebihnya ya teman atau saudara, jadi jika ada perjanjian yang jelas kan sama-sama enak. fair kan?

Mungkin anda sedang atau ingin memulai bisnis bersama teman, kerabat, ataupun saudara anda. Saya sarankan untuk terlebih dulu membuat perjanjian Hitam Diatas Putih yang jelas. Tapi sah-sah saja jika anda hanya ingin bermodalkan "salaman" sebagai bentuk kesepakatan. Toh, itu resiko anda.

Inilah pengalaman yang saya temui dan ingin saya bagikan kepada anda, jika anda merasa tulisan saya ini tidak berguna, silahkan tinggalkan blog/website saya dan lanjutkan pekerjaan anda. Jika anda merasa ini bermanfaat silahkan bagikan tulisan saya.

Mulailah Dari Yang Sederhana

Mulai Dari Yang Sederhana..


Banyak sekali orang yang bingung harus memulai bisnis atau usaha darimana? Apalagi bagi mereka yang tidak mempunyai keturunan darah pebisnis atau pengusaha, pasti mereka bertanya-tanya, saya harus mulai darimana ya? Tidak mempunyai keturunan pebisnis atau pengusaha tidak berarti kita tak bisa jadi pengusaha. Pernah denger kalimat ini: "Mulailah dari yang Sederhana, Namun Sekarang!". Nah! memang betul, jika anda ingin memulai bisnis, apalagi anda termasuk pemula, lebih baik anda mulai dari sesuatu yang sederhana, tapi lakukan sedini mungkin.


Tak Perlu Yang Besar-Besar, Sederhana Dulu Saja..


Yap! betul, semua bisnis yang besar itu dimulai dari langkah-langkah yang sederhana. Jadi begini, paling tidak jika kita memulai dari hal yang sederhana, andaikan kita merugi setidaknya masih ada dana lain yang bisa dipakai untuk mencoba bisnis lain (SIAP Bisnis? Harus Siap RUGI!). Bukan berarti kita menjalankannya tanpa perhitungan ya.. Mulai dari yang sederhana, jalani sedini mungkin, lalu perhitungkan resiko yang kira-kira akan terjadi. Lebih baik lagi jika anda terjun ke dalam dunia bisnis yang sesuai dengan bakat/passion anda, setidaknya jika merugi pun, hati terasa tenang karena ya memang mengerjakannya tidak terbeban, iya apa iya?

Saya yakin, jika anda mengerjakan sesuatu tanpa terbebani anda akan senang melakukannya dan terus menerus pasti anda lakukan, iya apa iya? bahkan anda tidak akan pernah BOSAN melakukannya. Nah! konsistensi yang demikian justru akan membuat bisnis/usaha kita semakin besar. Coba anda bayangkan, anda sedang bekerja di kantor dan bos anda menyuruh anda ini dan itu, anda terpaksa untuk mengerjakannya, bisa diprediksi hasilnya? Menurut saya sih 80% itu hasilnya gak maksimal, ya karena terpaksa itu tadi!

Mungkin anda yang baca tulisan saya ini adalah seorang pelajar, seorang karyawan, ataupun seorang executive muda yang ingin mencoba terjun ke dalam dunia bisnis, itu tidak masalah karena suksesnya bisnis gak memandang umur, ataupun latar belakang! Tak perlu memikirkan mau bisnis yang besar, yang ini, yang itu. Cukup Mulai dari yang sederhana, jalankan sedini mungkin, dan KONSISTEN. Saya percaya itu akan membesarkan bisnis anda nantinya.

Banyak pebisnis besar sekarang berhasil kok dengan modal yang minim, dengan usaha yang sederhana, bahkan dengan modal promosi NOL aja bisa mendatangkan pengunjung ke tempat usahanya. Jadi tunggu apalagi? Yuk mulai sedini mungkin. Tulisan saya kali ini terinspirasi dari salah seorang jurumasak yang bekerja di HolyCow Steak dan Lobbie Lobster yaitu Chef Afit D. Purwanto.

Sudah baca tulisan saya mengenai Business Model?

Pikirkan PRODUK = Gambling!

Pikirkan PRODUK = Gambling!


Saya yakin semuanya tahu kan apa itu gambling? kata ini sudah tidak asing lagi. Biasanya para pemain kartu di luar negeri sana banyak yang jadi gambler, alias orang yang taruhan. Apakah anda tahu jika anda taruhan, anda akan menang 100%? pastinya yang namanya taruhan atau gambling itu untung-untungan, betul? Nah, ini sama halnya yang sering terjadi pada pebisnis pemula, bahkan bukan hanya pebisnis pemula. Banyak orang yang ingin menjadi entrepreneur alias punya bisnis sendiri, lebih memikirkan apa yang harus saya buat (baca: produk)? Ketimbang memetakan terlebih dahulu faktor apa saja yang dibutuhkan untuk membangun sebuah bisnis (baca: Business Model). Sah-sah saja kita boleh langsung memikirkan produk, apabila didukung dengan research yang sangat sangat kuat. Itu kenapa saya mengajak anda untuk tidak buru-buru, lebih baik Pikirkan KONSEP, baru PRODUK.


Bagaimana Menyusun Sebuah KONSEP atau IDE?


Saya yakin pertanyaan diatas yang muncul di benak anda, iya apa iya? Terkadang kita mudah untuk membuat atau memproduksi sebuah produk ketimbang memikirkan ide atau konsep bisnis. Jika anda masih bingung untuk menyusun sebuah konsep atau ide, ataupun anda masih belum mendapatkan gambaran apa sih konsep itu? gimana sih contoh sebuah konsep? dan lain-lain. Saya sarankan anda bisa googling dulu "Business Model Generation" atau "Business Model Canvas". Setelah itu anda bisa baca-baca terlebih dahulu untuk mengetahui gambaran besarnya. Tentu jika anda ingin mencoba untuk membuat sebuah bisnis model yang baik, anda harus mempunyai acuan, salah satunya buku.

Sayangnya disini saya tidak menjual buku, akan tetapi saya bisa mereferensikan buku mengenai bisnis model yang top! anda bisa lihat cover bukunya dibawah ini:

Buku Business Model Generation diatas bisa anda dapatkan ditoko buku periplus ataupun kinokunia, anda juga bisa melakukan online order langsung di website Business Model Generation

Nah! dengan anda membaca dan memahami buku yang saya rekomendasikan tersebut, maka anda akan dimudahkan untuk tahu Bagaimana Menyusun Sebuah Bisnis Model? (baca: Konsep/Ide Bisnis). Sebaik-baiknya bisnis model, lebih baik lagi anda coba mulai menyiapkan sebuah kertas kosong, lalu pikirkan dan tulis apa yang akan anda buat.

Jika anda ingin mengukur bisnis model anda, silahkan anda juga bisa mengikuti kompetisi-kompetisi ide bisnis yang banyak sekali diadakan saat ini. Disanalah anda bisa menguji seberapa baik bisnis model anda. Anda juga bisa menguji bisnis model anda di depan para investor, jika investor anda tertarik itu berarti bisnis model anda menarik. 

Gak mau kan Bisnis kayak orang taruhan? Anda bukan GAMBLER!, Anda ENTREPRENEUR!

Semoga tulisan-tulisan saya ini bisa bermanfaat bagi anda, silahkan bagikan dengan mencantumkan referensi blog/website saya, ataupun anda bisa meninggalkan komentar positif di kolom komentar dibawah ini. 

Pikirkan KONSEP! Jangan PRODUK!

Pikirkan KONSEP! Jangan PRODUK!


Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan salah satu dosen di sebuah universitas swasta ternama dibilangan Jakarta. Kabarnya universitas ini juga sudah ada di daerah Alam Sutera. Dosen yang saya temui adalah guru saya di bidang Entrepreneurship. Sekilas saja, dia menjabat sebagai ketua bidang Entrepreneurship di universitas itu. Saya mengajar lebih ke praktek, bukan berarti tidak belajar teori ya, tapi ya yang paling penting untuk menjadi seorang entrepreneur adalah action alias praktek! Untuk teori saya rasa kalian sudah cukup jago, toh pasti kalian sekarang sudah terjun ke dunia yang namanya "jualan" kan? jualan berbeda dengan bisnis, namun jika anda sudah terjun ke dunia jualan, itu akan lebih baik lagi. Itulah beberapa kalimat yang keluar dari sang dosen. Lanjutnya si dosen melemparkan pertanyaan "Sudah berapa kali dapet mata kuliah ini?" dan "Sudah buat business model canvas?" , itulah pertanyaan yang dilemparkan, jawabannya pun juga beragam.


Banyak Yang Sekarang Lebih Memikirkan PRODUK


Setelah pertemuan pertama selesai, kita semua diminta untuk membawa business model canvas dan business plan dari apa yang sudah kita buat dipertemuan berikutnya. Singkat cerita, bertemulah kami pada pertemuan ke-2.

Si dosen pun memanggil satu per satu diantara kita untuk mempresentasikan hasil karyanya. Singkat kata setelah semuanya telah unjuk gigi dengan business model canvas mereka, si dosen pun bertanya, ini kamu jual apa? Hampir semuanya menjawab PRODUK! setelah kami semua menjawab, si dosen melemparkan pertanyaan lagi, sudah profit berapa? emang puas dengan profit segitu? (rata-rata profitnya masih sedikit :p).

Akhirnya setelah si dosen melemparkan beberapa pertanyaan, beliau pun berkata bahwa, yuk mulai untuk tidak memikirkan produknya dulu, tetapi perkuat dulu konsepnya. Masalah atau problemnya apa? baru design solusinya. Produk itu sebagai media yang bisa diakali atau dicari. Misalnya: karena kemacetan Jakarta (masalah/problem), maka ada konsep bisnis untuk membangun sebuah agency ojek, dsb..

Beliau pun sangat menekankan bahwa KONSEP harus KUAT, nanti masalah produk belakangan (solusi).. So, apakah selama ini anda memikirkan produk? bukan KONSEP? Yuk, coba mulai untuk memikirkan KONSEP terlebih dahulu, baru produknya.

Semoga tulisan saya mengenai Pikirkan KONSEP! Jangan PRODUK! ini bisa membuka wawasan anda lebih lagi, jika bermanfaat silahkan bagikan tulisan ini, biasakan untuk meninggalkan komentar di kolom komentar dibawah ini.

Apa Itu Affiliate Marketing?

Apa Itu Affiliate Marketing?


Internet telah memperkenalkan metode-metode baru untuk memasarkan sebuah produk dan menghasilkan uang. Kini, sudah banyak sekali model pemasaran online yang memungkin kan Anda untuk menghasilkan uang dengan jumlah yang tidak sedikit, walaupun Anda tidak memiliki produk, walaupun Anda tidak memiliki bisnis.

Salah satu metode pemasaran yang saya maksud adalah: Affiliate Marketing.

Definisi sederhananya, Affiliate Marketing adalah sebuah teknik pemasaran dimana Anda membantu menjual produk orang lain secara online.

Sistem Affiliate Marketing pertama kali ditemukan pada tahun 1994. Amazon adalah salah satu perusahaan pertama yang mempopulerkan Affiliate Marketing sebagai salah satu teknik pemasaran yang memanfaatkan jaringan internet yang terbilang baru pada saat itu. Masyarakat menyambut baik teknik ini dan akhirnya membatu melejitkan bisnis Amazon hingga seperti yang kita kenal sekarang.

Affiliate Marketing pun berkembang dengan pesat setelahnya. Kini produk yang dijual dengan menggunakan teknik Affiliate Marketing semakin beragam. Dari mulai produk digital seperti eBook atau tiket online, hingga buku dan peralatan elektronik.

Laporan dari Marketing Sherpa pada tahun 2006 nilai yang dihasilkan dari Affiliate Marketer dari seluruh dunia dari berbagai jenis transaksi adalah senilai: US$ 6.5milyar (setara Rp. 65triliun.)


Sistem Kerja Affiliate Marketing


Pada dasarnya ada 3 pihak terlibat didalam skema Affiliate Marketing yang umum akan Anda jumpai secara online. Ketiga pihak tersebut adalah:

1. Producer

Producer adalah pihak yang memproduksi barang yang akan dijual oleh Affiliate Marketer nantinya (keterangan ada dibawah.) Producer bisa siapa saja dari mulai produsen gadget sekelas Samsung, hingga penulis amatir yang baru saja mempublikasikan eBook-nya untuk pertama kali. Agar Affiliate Marketer mau menjual produk milik Producer maka Producer harus membagi keuntungan dari setiap penjualan yang terjadi kepada Affiliate Marketer.

2. Affiliate Marketer/ Publisher

Affiliate Marketer adalah orang-orang yang akan membantu menjual produk dari Producer. Affiliate Marketer menggunakan berbagai macam teknik pemasaran online untuk mendatangkan pengunjung dan meningkatkan penjualan. Teknik tersebut bisa saja memanfaatkan SEO, Iklan, Social Media, Email Marketing, dan lain-lain. Affiliate Marketer akan mendapatkan komisi untuk setiap penjualan, klik atau leads.

Misalnya Anda menjual ebook, lalu Joko tertarik untuk menjadi affiliate marketer untuk ebook Anda. Joko lalu menggunakan segala daya upaya agar banyak orang membeli ebook Anda melalui blog-nya Joko. Jika akhirnya ada yang beli, Anda memberikan 40% dari harga ebook tersebut untuk Joko.
Jika tidak ada transaksi yang terjadi, maka joko tidak akan mendapatkan apapun walaupun iklan ebook Anda ada dimana-mana.

3. Affiliate Network

Affiliate Network adalah tempat bertemunya Producer dan Affiliate Marketer, karenanya Affiliate Network sering juga disebut dengan marketplace. Affiliate Network adalah pihak yang memiliki teknologi dan sistem yang memungkinkan Affiliate Marketer untuk menjual barang-barang dari Producer. Affiliate Network adalah pihak yang akan memberikan komisi dari hasil penjualan kepada Affiliate marketer dan Producer setiap kali ada penjualan.


Jenis Affiliate Marketing


1. Pay Per Sales

Artinya Affiliate Marketer akan mendapatkan komisi dari setiap penjualan yang terjadi. Ini adalah sistem Affilliate Marketing yang paling umum yang akan Anda jumpai di internet. Komisi yang akan diterima oleh Affilliate Marketer rata-rata sebesar 5%-50% bahkan ada Affiliate Network yang memberikan komisi hingga 75% untuk setiap penjualan yang terjadi.

Ya, artinya komisi yang diterima Affiliater Marketer lebih besar daripada keuntungan Producer yang membuat produk tersebut.

2. Pay Per Click

Dengan menggunakan sistem ini, Affiliate Marketer akan mendapatkan komisi dari setiap pengunjung yang meng-klik link yang diberikan oleh Affiliate Network. Link ini akan mengarah langsung ke produk dari Producer. Cara ini akan membantu mendatangkan banyak pengunjung menuju produk tersebut.

3. Pay Per Leads

Sering juga disebut dengan Pay Per Action atau Pey Per Performance.

Mirip dengan Pay Per Sales, namun disini Affiliate Marketer akan mendapatkan komisi meski pengunjung tidak membeli produk yang ditawarkan oleh Producer. Biasanya pengunjung hanya akan diminta untuk melakukan serangkaian tindakan seperti: mendaftarkan alamat email, mendaftar kedalam sebuah website, dan lain-lain.

Nantinya sang Producer akan mengolah data-data yang ia dapat untuk kemudian menjual langsung produk atau layanannya kepada leads (prospek) yang sudah dikumpulkan oleh Affiliate Marketer tersebut.

Biasanya model ini digunakan untuk barang yang tidak bisa dijual dalam transaksi online seperti: rumah, jasa konsultan, sewa mobil, dll.

Sudah baca secara mendetail Apa Itu Affiliate Marketing? 


Proses Affiliate Marketing


Proses yang umum terjadi dalam sistem Affiliate Marketing adalah sebagai berikut:
  1. Producer membuat kesepakatan dengan Affiliate Network untuk menjual produk hasil buatannya.
  2. Jika kesepakatan tercapai maka Affiliate Network akan menjadi saluran dsitribusi (channel distribution) untuk produk yang diberikan oleh producer.
  3. Producer dan Affiliate Marketer menentukan model Affiliate Marketing yang akan mereka gunakan. Apakah Pay Per Sales, Pay Per Leads, atau Pay Per Click.
  4. Producer dan Affiliate Network (bisa juga hanya salah satunya) menentukan besaran yang akan diterima oleh Affiliate Marketer.
  5. Affiliate Network akan memberikan link menuju produk milik sang Producer serta seluruh fasilistas dan teknologi yang dibutuhkan oleh Affiliate Marketer untuk mempromosikan produk milik sang Producer.
  6. Setelah Affiliate Marketer menentukan produk mana yang akan ia jual, ia lalu mempromosikannya melalui berbagai macam saluran pemasaran yang ia miliki. Bisa berupa website/ blog, iklan, social media, dan jalur lainnya.
  7. Affiliate Network akan memberikan komisi kepada Affiliate Marketer dan keuntungan kepada Producer secara rutin dalam periode waktu tertentu selama kerjasama antara Producer dan Affiliate Network masih berjalan atau selama produk tersebut masih dijual.
  8. Affiliate Network bisa memutuskan sepihak kerjasama dengan Affiliate Marketer jika terbukti menyalahi aturan yang ada seperti melakukan SPAM, penipuan, dan lain-lain.
Ada juga jenis Affiliate Marketing dimana Producer langsung membuat sistem Affiliate Marketing-nya sendiri, tanpa perantara Affiliate Network, namun prosesnya mirip dengan yang diatas.

Tulisan ini dikutip dari YukBisnisCom, silahkan dibaca, semoga tulisan ini berguna dan bermanfaat. Saatnya punya penghasilan ratusan juta! 

Anak Muda, Penghasilan Ratusan Juta?

Anak Muda, Penghasilan Ratusan Juta?


Helloww setelah beberapa lama saya tidak menulis, karena memang untuk menulis dengan hati diperlukan ide dan niat yang penuh ˆ⌣ˆ 

Kenapa di tulisan saya kali ini saya beri judul "Anak Muda, Penghasilan Ratusan Juta?" ya! memang benar adanya, tahukah sekarang bahwa banyak sekali anak-anak muda yang punya penghasilan ratusan juta lewat internet? hanya lewat internet? IYA!

Apa yang mereka lakukan? mereka tidak punya produk! mereka bahkan tidak punya modal! lha kok bisa penghasilannya ratusan juta? bisa dong, karena untuk mendapatkan uang kita tidak harus punya produk, modal internet saja sudah lebih dari cukup kok.

Pastinya anda bertanya-tanya, gimana sih caranya? dan apa yang dilakukan anak muda itu? iya apa iya? Coba simak tulisan saya dibawah ini ya..


Promosi, Promosi, dan Promosi!


Iya! tugas kita memang hanya promosi, biarkan orang lain yang memproduksi produk mereka, kita lah yang fokus mempromosikan produk mereka nantinya. Eitsss! bukannya justru promosi mengeluarkan uang? pasti pertanyaan itu yang muncul kembali di benak anda. Tidak semua promosi itu mengeluarkan uang, contohnya saja jika anda sudah mengenal dunia internet, banyak sekali media-media yang bisa anda pakai untuk mempromosikan produk anda ataupun produk orang lain (dapat komisi ˆ⌣ˆ ).

Nah! yang mau saya bagikan di tulisan saya kali ini adalah ternyata hanya dengan mempromosikan produk orang lain, itu bisa jadi sumber pendapatan utama kita lho! Tentunya anda harus jelih manakah produk atau penyedia layanan yang memberikan kesempatan anda untuk menjadi Affiliate Marketer. Contohnya saja misalnya Amazon, amazon menyediakan layanan affiliate untuk produk yang mereka sediakan, sistemnya komisi, jadi setiap anda mempromosikan produknya dan terjadi closing (laku) maka anda akan mendapatkan sejumlah komisi yang telah disepakati. Enak kan?

Coba anda bayangkan, misalnya anda mempunyai blog/website dengan total pengunjung 5000 per hari, dan anda melakukan promosi di blog/website anda sendiri (anda memasang link yang telah disediakan oleh amazon tadi misalnya), setelah itu visitor anda yang melihat, mereka ingin sekali membeli produk itu, akhirnya visitor melakukan transfer dan CLOSING! anda sudah mendapatkan komisi! enak kan? itu baru 1 visitor saja, kalau 100 gimana? kalau 1000 gimana? DUIT NGALIRRRR...! ˆ⌣ˆ

Ternyata enak yah jadi Affiliate Marketer, eitss.. semua tidak ada yang instan, perlu proses, dan tentunya kedisiplinan, paling tidak untuk menjadi Affiliate Marketer anda harus mempunyai blog. Jika saat ini anda sudah mempunyai blog dengan traffic tinggi, atau fanpage dengan fans yang banyak, bahkan anda mempunyai akun twitter dengan jumlah follower (bukan BOT) yang banyak, anda bisa memulai untuk menjadi Affiliate Marketer SEKARANG!

Biarkan Uang yang mengejar anda sendirinya, asik tohh? Semoga tulisan saya kali ini bermanfaat dan dapat membuka ide anda mengenai dunia bisnis dan internet saat ini. Sudah siap kan punya penghasilan ratusan juta? silahkan bagikan tulisan saya ini kepada siapapun!

Siap Bisnis? Harus Siap RUGI!

Sudah Siap Bisnis? Harus Siap Rugi Juga Donk...


Yap! kenapa diatas saya tulis jika anda sudah siap untuk berbisnis, anda juga sudah harus siap merugi, ya karena kita gak akan tahu bisnis kita akan berjalan sesuai dengan perencanaan atau tidak, bahkan ketika kita sudah membuat perencanaan yang matang (survey, observasi, bisnis model, bisnis plan, dsb..) bisa saja kita tetap rugi, bahkan ya bangkrut! Memang tak ada yang pasti di dunia ini :) kita tidak akan tahu sesuatu itu kapan terjadi, yang bisa kita lakukan hanya berusaha dan bekerja secara maksimal, supaya tidak ada kata menyesal.

Katakan pada diri sendiri sebelum memulai untuk bisnis, jika saya ingin memulai bisnis, saya akan mengerjakan semua halnya dengan maksimal, supaya andai bisnis saya bangkrut (tentunya gak nyumpahin ya..) saya gak menyesal, karena ya saya sudah bekerja dengan yang terbaik. Bisnis boleh bangkrut, tapi PEMBELAJARAN kitalah yang menjadi sempurna.

Selalu INGAT! uang kita bisa habis! bahkan bisnis bisa hancur! tapi kredibilitas kita jangan sampai HILANG! kredibilitas bisa saja jadi modal utama untuk kita bangkit lagi! disamping itu pastinya keahlian kita! Itu mengapa investasi "leher ke atas" sangatlah penting.

"Investasi terpenting adalah OTAK kita, namun banyak dari kita yang tidak menggunakannya secara maksimal"


Kebanyakan Mikir, Akhirnya Gak Jalan-Jalan..


Saya yakin banyak diantara kita yang ingin sekali memulai bisnis, karena terlalu ingin sampai-sampai bisnis nya gak jadi buka, karena kebanyakan mikir, iya apa iya? mulai dari mikir kalo ntar rugi gimana ya? kalo ntar produk gua gak ada yang mau beli gimana ya? kalau gua harus ngutang gimana ya? oh iya ntar sistem pemasarannya gimana ya? oh iya strategi apa yang harus gua pake yah ntar? WOIIIII.... stop buat mikirin semuanya itu! yang ada gak bakal mulai-mulai karena udah TAKUT duluan!

Pengalaman dan prinsip saya dalam bisnis ya simple nya, observasi/research, terus ya langsung aja buka, siapkan jumlah uang yang harus disisihkan untuk buka bisnis, anggap itu uang sudah hilang alias lost, nah abis itu ya mulai deh jualan, ntar juga dipaksa untuk mikir :) coba deh... coba yukk...

Sebelum membuka bisnis, pola pikirnya diubah dulu, wah kalo sehari dapet orderan 100pcs, kewalahan gak yah, waduhh.. kalo sehari bisa untung 10jt gimana cara habisinnya yah.. toh menghayal atau bermimpi besar GAK BAYAR kan? alias GRATIS! justru ini nantinya yang menimbulkan kekuatan baru agar kita lebih semangat lagi, bahkan dengan keyakinan, semuanya itu bisa kejadian beneran lho! gak percaya? cobain deh...

Kira-kira inti dari tulisan saya yah begini, intinya ya jangan mau bisnis tapi gak mau rugi, tapi bukan berarti kita selalu mikir "rugi" nya saja, yang pada akhirnya kita jadi takut untuk buka bisnis. Jangan takut, YAKIN, YAKIN, dan YAKIN!